Gunung Sitoli (Harian.co) — Berbicara tentang Kesejahteraan di Pulau Nias, hari ini Senin (02/05/2022) Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Nasional Pro Ganjar Pranowo (JARWO) genap dua hari berada di Kotamadya Gunungsitoli.

Tentunya, Kesejahteraan yang dimaksud meliputi beberapa hal, baik itu Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) maupun hal-hal yang memiliki Potensi untuk dijadikan Sumber Terbarukan.

Nias (Tano Niha) adalah sebutan untuk Pulau dan Kepulauan yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera dan secara Administratif berada di dalam Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Bagi Larshen Yunus, selaku Ketua Umum DPP Pro JARWO, bahwa Pulau Nias merupakan Pulau terbesar diantara Gugusan Pulau di Pantai Barat Sumatera serta dihuni oleh Mayoritas Suku Nias (Ono Niha).

Ketum Relawan Nasional Pro JARWO yang juga Alumni dari Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga katakan, bahwa Jargon Kepingan Surga buka hanya melekat pada Pulau Samosir saja, melainkan Pulau Nias adalah satu diantara Pulau yang identik dengan Surga Dunia.

"Daerah ini memiliki objek wisata seperti Selancar, Rumah Tradisional, Penyelaman, Hombo Batu (Lompat Batu) sekaligus Pulau dengan luas wilayah sekitar 5.625 km2 itu dan yang berpenduduk hampir 1 Juta Jiwa, dengan pembagian satu Kota dan empat Kabupaten ternyata bahagian dari Kekayaan Alam di Republik ini" ungkap Larshen Yunus, dengan wajah berseri.

Bagi Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu, pengalaman pertamanya menyelusuri Pulau Nias adalah catatan sejarah, bahwa Negeri dan Republik Indonesia ini benar-benar menakjubkan, terlebih harus melewati Samudra Hindia, baru sampai di Pulau Nias dengan perkiraan waktu 7-8 jam menggunakan Kapal Besar dan 4-5 jam kalau menggunakan Speed Boat dari Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga Nauli.

Bagi Ketua Umum Relawan Nasional dan Ketua DPD KNPI tingkat Provinsi termuda se-Indonesia itu, bahwa pihaknya juga segera mempersiapkan hasil dari kunjungannya ke Pulau Nias, tentunya kehadapan Meja Kerja Kepala Kantor Staf Presiden RI, Jenderal (Purn) TNI Dr Moeldoko di Jakarta.

Hal itu dilakukan, agar semua masyarakat dan pemilik otoritas di Republik ini tau, bahwa Pulau Nias harus dan wajib diberikan perhatian yang lebih serius lagi, apabila sepakat berbicara tentang Kesejahteraan.

"Ini bukan sekedar bicara tentang Pemekaran saja, bahwa Nias harus dijadikan Wilayah Otonomi Baru, Yes! Nias wajib dikukuhkan menjadi Provinsi Kepulauan yang baru, namun harus melewati serangkaian persyaratan, yakni Komitmen semua pihak untuk memastikan, bahwa SDM dan SDA di Pulau tersebut benar-benar menjanjikan. Karena sudah tidak rahasia umum lagi, Pemekaran hanya untuk ajang bagi-bagi kekuasaan semata," tutur Larshen Yunus.

Bertempat di Lasara Bahili, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, persisnya di Kampung Marga Zebua, Ketum DPP Pro JARWO itu lagi-lagi mengajak, agar semua pihak memberikan Atensi Khusus bagi perkembangan dan kemajuan Pulau Nias.

"Bapak Presiden yang kami sayangi dan cintai, tolong perhatikan Pulau Nias pak. Berikan Atensi yang lebih serius lagi, agar semangat untuk mensejahterakan rakyat benar-benar dijalankan. Pulau ini punya potensi yang besar, baik dari sisi SDM dan SDA, tinggal bagaimana bapak selaku Pemimpin Tertinggi di Republik ini menugaskan Menteri Terkait untuk bekerja lebih ekstra lagi, menggali semua potensi yang ada, karena Nias wajib menjadi Etalase Perkembangan dan Kemajuan bagi sektor Kepulauan yang ada di Negeri ini," harap Larshen Yunus, Ketum DPP Pro JARWO, dengan nada optimis.

(*)