PEKANBARU (Harian.co) — Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah 1 (PTBMMKI) melakukan peninjauan bencana banjir dan berikan bantuan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (17/01/2024).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peninjauan langsung ke lokasi agar bisa memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat dan PTBMMKI bisa membantu warga sekitar dengan melakukan 'open donasi peduli banjir'.

Muhammad Nur Faisal Rizky selaku Koordinator PTBMMKI Wilayah 1 mengatakan, "Posisi mahasiswa saat ini seringkali mendapatkan julukan sebagai agent of change atau agen perubahan. Agen perubahan yang timbul dalam diri mahasiswa tentunya harus mempunyai kesadaran jiwa, kepekaan, rasa peduli, dan imajinasi untuk kehidupan yang lebih baik," katanya.

Hal ini tentunya membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang mengarah untuk hal yang lebih baik lagi dan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk diri sendiri, orang tua, teman, orang sekitar, bangsa dan Negara.

Dan kami sangat berharap pada masyarakat dan mahasiswa Indonesia agar sama-sama membahu untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang kesusahan.

Karena sama-sama kita ketahui akses jalan terkendala karena faktor banjir yang melanda mereka sehingga mata pencaharian berhenti.

"Sahabat, mari kita doakan agar bencana banjir ini segera surut dan masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasanya," ungkap Faisal Risky.

Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan ini, dikarenakan meluapnya sungai sehingga berdampak terhadap warga sekitar.

Saat ini warga terpaksa mengungsi dan ada beberapa warga yang masih menetap di rumah masing-masing.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, ± 200 Kartu Keluarga (KK) terdampak banjir ini, mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan dan petani.

Faisal Risky juga menuturkan, "Kami juga melakukan distribusi bantuan disana dan ini merupakan aksi nyata kepedulian PTBMMKI Wilayah 1 terhadap masyarakat," sambungnya.

Untuk di Desa Langgam, kebutuhan logistik langsung diberikan di dapur umum, sedangkan di Desa Rantau Baru, di distribusikan langsung kepada warga di lokasi banjir dikarenakan beberapa warga masih menetap di rumahnya.

Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat yang terdampak dari bencana banjir ini.

(*)