JAKARTA (Harian.co) — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui SRIKANDI (Smart Bin), tempat sampah pintar yang mampu mengenali dan memilah sampah secara otomatis, Jakarta (24/06).

Inovasi yang mulai diterapkan di lingkungan kantor pusat Pertamina Drilling ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Green Drilling serta pengelolaan sampah domestik yang berkelanjutan. Kehadiran SRIKANDI diharapkan dapat memudahkan pekerja dalam memilah sampah dengan lebih akurat, praktis, dan efisien.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional sehari-hari.

"SRIKANDI merupakan wujud komitmen Pertamina Drilling untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui teknologi AI, kami ingin membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendorong partisipasi aktif seluruh pekerja dalam mendukung program Green Drilling," ujar Avep.

SRIKANDI dilengkapi teknologi kamera dan GPU yang mampu mengidentifikasi jenis sampah secara real-time. Setelah sampah dimasukkan melalui feeder, sistem akan secara otomatis mengenali material dan mengarahkan sampah ke ruang penyimpanan yang sesuai, seperti kategori organik, daur ulang, dan residu. Teknologi ini memungkinkan proses pemilahan berlangsung lebih cepat dan akurat tanpa memerlukan input manual dari pengguna.

Dengan kapasitas hingga 260 liter dan kemampuan memilah tiga hingga empat kategori sampah secara otomatis, SRIKANDI ditempatkan di sejumlah area kantor, termasuk pantry dan area kerja pekerja. Pertamina Drilling berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu pendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Keberlanjutan bukan hanya menjadi program perusahaan, tetapi harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh insan Pertamina Drilling. Melalui SRIKANDI, kami ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat," kata Avep.